HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK DENGAN JUMLAH ANAK DI BPM D KOTA BATAM

Authors

  • elvina STIKes Karimun

Abstract

Menurut BKKBN keluarga sejahtera adalah pasangan usia subur (PUS) yang memiliki jumlah anak < 2 orang dan keluarga yang mampu memenuhi sandang, pangan dan pendidikan cukup bagi keluarga, namun disini masih banyaknya PUS yang memiliki jumlah anak yang tidak sesuai dengan harapan BKKBN. Dari 10 orang akseptor KB suntik yang peneliti temui 8 orang diantaranya mengatakan bahwa mereka mempunyai anak > 2 orang. Salah satu fakor yang mendorong banyaknya jumlah anak tersebut adalah pengetahuan PUS yang kurang terhadap kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan akseptor KB suntik dengan jumlah anak di BPM D Kota Batam. Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik yang datang ke BPM D dan teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah accidental sampling yaitu dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang, data dikumpulkan dari data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan lebih dari separoh 34 responden (59,65 %) berpengetahuan tinggi dan lebih dari separoh 31 responden (54,39 %) yang memiliki jumlah anak < 2 orang. Analisa bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan akseptor KB suntik dengan jumlah anak dengan hasil uji statistic menunjukkan nilai signifikan 0,002 < 0,05. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan akseptor KB suntik dengan jumlah anak. Namun begitu, perlu ditingkatkan lagi penyuluhan tentang kontrasepsi kepada pasangan usia subur tersebut untuk masa datang.

Kata Kunci    : Kontrasepsi, Jumlah Anak

Published

2023-12-29

How to Cite

elvina. (2023). HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK DENGAN JUMLAH ANAK DI BPM D KOTA BATAM. Healthy Care, 2(1). Retrieved from https://jhc.uni.ac.id/ojs/index.php/jc/article/view/16