HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMA JADI PANTI ASUHAN VISTOS KASIH IKHLAS KOTA BATAM
Abstract
Latar Belakang:Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah berada dibawah batas normal di dalam tubuh,Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia, prevalensi anemia diantara anak umur 5-12 di Indonesia adalah 26%,pada wanita umur 13-18 yaitu 2.23%. Prevalensi anemia pada pria lebih rendah dibandingkan dengan wanita yaitu 17%pada pria berusia 13-18 tahun (Kemenkes, 2018). Sejalan dengan survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2016menyatakan prevalensi anemia pada remaja putri usia 15-20 tahun ialah 57,1% (Natalia, 2018 dalam Apriyanti 2019).Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian descriptive correlationdan didapatkan responden sebanyak 30 responden remaja dengan kejadian anemia pada remaja di panti asuhan vistos kasihikhlas
Metode:Hasil penelitian dari 30 remaja terdapat 27%memiliki status gizi kurus, 56% memiliki status gizi normal, dan17% memiliki status gizi gemuk. sedangkan hasil pemeriksaan darah terdapat 33% remaja yang mengalami anemia dan672% yang tidak mengalami anemia. Setelah diuji menggunakan Uji chi-sguare didapatkan nilai signifikansi p Value — 0,782“0,053 maka Ho ditolak tidak ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di panti asuhan vistos kasihikhlas.
Kata kunci : status gizi, remaja dan kejadian anemia