HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN KEAJADIAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS BATU AJI KOTA BATAM
Abstract
Keluarga Berencana menurut WHO 2019 (World Health Organisation) ialah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval diantara kelahiran, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami dan istri, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Berdasarkan data laporan perkembangan BKKBN Kepri bulan Februari 2018 tercatat bahwa capaian peserta KB Baru (PB) di Provinsi Kepri terdapat di Kota Batam dengan capaian 3.345 (54.53%) urutan kedua ada di Karimun dengan capaian 689 (11.23%) dan yang ketiga adalah Bintan dengan capaian 561 (9.15%). Suntik masih menjadi kontrasepsi yang memberikan kontribusi paling tinggi terhadap PB di bulan Februari di Kepri, yakni 52.69 % ( 3,232 akseptor), capaian terendah adalah untuk kontrasepsi MOP yang masih 0.08% / 5 akseptor). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik dengan Kejadian Perubahan Berat Badan di Puskesmas Batu Aji. Penelitian ini merupakan Penelitian descriptive Correlational dengan rancangan penelitian Cross sectional dengan melakukan pengkajian hubungan antara variabel. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 39 responden. Hasil penelitian menujukkan dari 39 responden terdapat 32 (82.9%) yang menggunakan Kb suntik 3 bulan, 35 (89.7) yang mengalami perubahan berat badan dan diperoleh hasil p-valuee 0.000 yaitu adanya hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan kejadian perubahan berat badan di Puskesmas Batu Aji.